Puisi Menyambut Bulan Puasa Ramadhan 2017

ads 1

Puisi Menyambut Bulan Puasa Ramadhan 2017

Advertisement
Advertisement
Puisi Menyambut Bulan Puasa Ramadhan 2017 - Puasa pada tahun ini semoga kita semuanya di beri kesehatan lahir dan bathin agar senantiasa kita selalu melaksanakan ibadah puasa hingga sebulan penuh sebagaimana waktu yang telah di tentukan, dengan datangnya bulan suci ramadhan semua umat muslim akan sangat merasa bahagia sekali, selain belajar menahan hawa nafsu, lapar dan haus pahala di bulan suci ramadhan ini di lipat gandakan dan berkahnya seluruh isi alam dunia ini merasakannya.

Saking senangnya dengan datangnya ramadhan beberapa tradisi saat ini yakni sambutan datangnya bulan puasa ramadhan beragam kategorinya seperti ucapan kata kata menyambut ramadhan, sms menyambut ramadhan, status menyambut ramadhan, kata mutiara bijak menyambut ramadhan bahkan puisi menyambut ramadhan, kata maaf untuk teman di bulan ramadhan itu akan sangat ramai dan banyak di temukan di seluruh dunia.

Nah sebagai bahan inspirasi bua anda dalam menyambut bulan puasa ramdahan kali ini admin mempunyai informasi mengenai puisi menyambut ramadhan terbaru untuk anda simak, silahkan share sesukamu bila itu memang perlu dan semoga menjadi bermanfaat dan mewakili ucapan ramadhan kali ini bagi anda semuanya, ok langsung saja simak berikut di bawah ini informasinya.

Puisi Menyambut Ramadhan

Puisi Ramadhan – Taubat di Bulan Ramadhan

Dulu tidak serajin ini
Shalat lima waktu,
Mengaji tadarus,
Melengkapi dengan shalat sunah
Hingga berdzikir disela kesibukan
Dulu acuh tak acuh
Bermain sampai lelah
Tidur pulas hingga pagi
Meninggalkan serangkaian shalat
Hingga mengucap kata-kata tak pantas

Sekarang berbeda
Bulan ramadhan mendapat berkah
Telapak tangannya dicuci bersih
Mulutnya dikumur bersih
Kotoran hidungnya mengilang bersih
Wajahnya cerah bersinar
Lengannya lembab bersih
Rambutnya basah dan segar
Telinganya terbasuh sejuh
Hingga kakinya dingin bersih…
Dan kembali ke jalan Allah
Di bulan suci Ramadhan ini


Puisi Ramadhan Sedih

Buku menangis
kala para pembaca
yang baru mencicipi sedikit ilmu
sudah merasa lebih pintar dari Tuhannya
Lalu berusaha merubah aturan pada kitab suci
dan mencoba membuat hukum sendiri
yang dirasanya lebih manusiawi
yang dianggapnya sesuai jaman kiwari

Padahal dia hanya berbekal sejimpit ilmu
tanpa bekal pengetahuan agama yang memadai
beraninya buat aturan sendiri
menganggap Tuhan hanya tahu masalalu
dan ayat-ayat sucinya tidak sesuai masakini.
Jadilah agama ditafsirkan sekehendak hati,
tanpa landasan yang jelas untuk dikaji,
malapetaka bagi seluruh negeri
bila ajaran mereka diikuti


Puisi Ramadhan – Kehidupan Saat Kecil

Masih kecil pintar puasa
Menitih pahala sedari kecil
Berlama-lama menahan haus
Meski hasrat ingin air susu
Masih kecil pintar puasa
Belajar ibadah sedari kecil
Bersabar-sabar manahan emosi
Meski hasrat ingin menangis
Masih kecil pintar puasa
Mencari hikmah saat bermain
Tidur terlelap menahan lapar
Meski hasrat ingin terlelap kenyang
Sedari kecil mencintai ibadah
Jika sudah besar ahli ibadah
Menitih pahala hingga tua


Puisi Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Puisi Ramadhan Kunanti Hari Fitri
Lantunan doa mengalir sekujur darah
Melekat sungguh lekat
Pejamkan mata menyusup makna
Resapi bagian terkecil kehidupan
Teringat setitik hina dan seluas pandangan dosa
Terkeruk pasrah sucikan diri
Aduhai ringan tubuh ini
Melayang lepas tinggalkan bait-bait pahit
Malam hilang terbitlah sang fajar
Mencerahkan gelap dengan dinginnya embun
Kunanti hari fitri itu
Penuh harap kan fitrah diri

PUISI INDAH RAMADHAN

Ada sekuntum hari
Wanginya mengharumi bumi
Saat itulah kemurahan sang Khalik berlimpah
Menyatu pada segala inti hidup

Adalah Ramadhan
Ia bertelaga bening
Airnya mutiara maghfirah
Gerincingnya dzikir dan tadarus
Tepiannya doa lemah lembut, llirih dan pasrah
Siapa tak ingin jadi ikannya?
Mari berenang dengan kesunyian nafsu
Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia

Ia rahasia
Tak sekedar lapar dahaga
Tapi itulah sesungguhnya hakikat cinta
Dan salah satu cara bertegur sapa dengan Allah
Karena dengan lapar dan haus
Kita lebih bias menyadari bahwa kita tak berpunya
Bias lebih memahami
Bahwa kita tak lebih dari sebutir debu
Diantara keMaha luasan-Nya
Ia sepantasnya dirindukan
Karena ia lebih

PUISI RAMADHAN

Ya Allah Kau datanglah lagi Ramadhan buatku
Ketika kku masih saja tak mampu mensyukuri Ramadhan-Mu yang lalu
Hari-hari-Mu masih saja ku lalui
Tanpa isi
Tanpa makna
Tanpa syukur
Bahkan dengan sikap takabur
Kadang kami masih saja lupa bahwa Engkau penentu
Kadang kami masih merasa kebenaran itu hanya punyaku
Yang lain bukan makhluk-Mu
Yang lain bukan umat-Mu

Dalam doaku
Sering ku memaksa
Seolah ku yang lebih tahu dari-Mu Sang Maha Tahu
Doaku bukan harapan, tapi keharusan
Dan ketika ada satu yang tak Kau kabulkan
Seolah hilang seluruh nikmat yang kau limpahkan

PUISI BILA RAMADHAN MEMANGGIL

Bila Ramadhan memanggilmu
Mengetuk pintu hidupmu
Sambut ia sepenuh rindumu
Dekap ia sepenuh cinta
Dan biarkan jemari indahnya
Merengkuhmu dalam ampunan-Nya

Bila Ramadhan memanggilmu
Sambutlah ia bak tamu istimewa
Kenaglah kelopak hari-hari
Yang telah luruh berguguran
Kenanglah seumpama pertanda
Bagi engkau sang penerus pejalanan
Bersiaplah menjemput giliran
Bila tak lagi kau jumpai ia
Ramadhan di tahun depan

Bila ramadhan memanggilmu
Bersihkan hati dari segala dengki
Sucikan jiwa dari segala prasangka
Bersihkan raga dari segala dosa
Bila Ramadhan memanggilmu
Berlarilah menjemput panggilan-Nya

PUISI TENTANG PUASA DI BULAN RAMADHAN

Bila Ramadhan telah tiba.
Berubahlah semua suasana.
Semua muslim bersuka ria.
Menerima bulan Ramadhan yang mulia.

Siang hari harus ditahan lapar dan dahaga.
Sore hari boleh kita berbuka.
Malam hari didirikan shalat malam.
Tiada hentinya orang membaca Al-Qur’an.

Bulan Ramadhan bulan mulia.
Sungguh beruntung orang yang pandai mengisinya.
Dapat mencapai kesucian dirinya.
Memperoleh pahala berlipat ganda.

Berpuasa sungguh mulia.
Walaupun berat dirasa.
Menahan makan sejak fajar.
Menahan diri dengan hati sabar.

Adzan maghrib telah terdengar.
Kita berbuka terasa segar.
Akhir malam makan sahur.
Tak lupa kita bersyukur.

Terima kasih dan kami juga ucapkan Minal Aidzin Walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin buat yang singgah di blog ini terutama umumnya buat semua yang ada di dunia ini.

Advertisement

Tambahkan Puisi !!!

ads 2