Puisi Pendek Tentang Alam yang Indah

Puisi Pendek Tentang Alam yang Indah

Advertisement
Advertisement
Puisi Tentang Alam - Puisi ini ku persembahkan untukmu wahai Alam semoga engkau mendengar dan merasakan nya, sadarku yang teah banyak mengecewakanmu semoga engkau senantiasa selalu memaafkanku, Puisi tentang alam ini sungguh mengharukan dan silahkan jadikan inspirasi anda dalam mencintai alam.


Bulan dan Matahari


siang ,
sering mengingatkan aku kepada matahari
Manakala malam, sering mengingatkan aku kepada bulan,
keduanya saling melengkapi siang dan malam,
matahari tidak pernah lelah,
membiaskan cahayanya di kala siang,
manakala, Bulan tidak pernah lupa,
menerangi malam malam ku,
percaturan alam tidak pernah silap,
Bulan dan Matahari,

 

Indahnya Alam Negeri Ini


Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari yang baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku

Ku pejamkan mataku sejenak
Ku rentangkan tanganku sejenak
Sejuk, Tenang, senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan

Wahai pencipta alam
Kekagumanku sulit untuk ku pendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam

Desiran angin yang berirama di pegunungan
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga

Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang terpana
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, Kita harus menjaganya
Agar keindahanya takkan pernah Sima.


 

Keindahan Alam Indonesia


Saat aku membuka mataku,
ku tak percaya bahwa itu nyata
Aku masih berfikir, bahwa aku masih bermimpi
Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku
Sungguh indah kepulauan ini

Ribuan pulau-pulau berjajar membentuk gugusan pulau yang indah
Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur
Samudra luas membentang dengan air yang biru
dan berisi keindahan di bawahnya

Aku bangga menjadi anak Indonesia

Aku berjanji aku akan menjagamu


 

Sabda Bumi


Belum tampak mendung merenung bumi
Seberkas haru larut terbalut kalut dan takut
Terpaku ratap menatap Jiwa-jiwa penuh rindu
Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu

Bulan tak ingin membawa tertawa manja
Kala waktu enggan berkawan pada hari
Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri
Terhapus awan gelap melahap habis langit

Bulan memudar cantik menarik pada jiwa ini
Hitam memang menang menyerang terang
Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari
Bersama untaian senandung salam alam pagi.


 

Alam Di Lembah Semesta


Angin dingin kelam berderik
Kabut putih menghapus mentari
Tegak cahayanya menusuk citra

Pahatan gunung memecah langit
Berselimut awan beralas zambrud
Tinggi dan tajam

Sejak waktu tidak beranjak
Di sanalah snubari berdetak
Sunyi sepi tak beriak

Cermin ilusi di atas danau
Menikung pohon yang melambai warna
Di Selah Kaki-kaki mengejek Karya-karyanya

Di manakah aku berada…?
Di mana jiwa tak mengingat rumah
Di saat hidup serasa sempurna

Sungguh jelita permadani ini
Tebarkan pesona di atas cakrawala
Tak berujung di pandang lamanya
Serasa bertualang di negeri tak bertuan


 

Permainya Desaku


Padi mulai menguning
Mentari menyambut datangya pagi
Ayam berkokok bersahutan
Petani bersiap hendak kesawah

Padi yang hijau
Siap untuk di panen
Petani bersukaria
Beramai-ramai memotong padi

Gemercik air sungai
Begitu beningnya
Bagaikan zamrud Khatulistiwa
Itulah alam desaku yang permai.


 

Bencana Melandaku


Lewat suara gemuruh di iringi debu bangunan yang runtuh
Tempatku nan asli terlindas habis
Rumah dan harta benda serta nyawa manusia lenyap
Kau Lalap habis aku kehilangan segalanya

Mata dunia Terpengarah menatap heran
Memang kejadian begitu dasyat
Bantuan dan pertolongan mengalir
Hati manusia punya Nurani

Tuhan… Mengapa semua ini terjadi..!
Mungkin kami telah banyak Mengingkari mu
Mungkin kami terlalu bangga dengan salah dan Dosa-dosa
Ya… Tuhan ampunilah kami dalam segala dosa.


 

Pantai


ditepi pantai kupejamkan mata
lelah tak tau harus berbuat apa
tergeletak dihamparan pasir dihiasi dengan ribuan sampah yg tersebar
hanya bisa terdiam dan hanya bisa merenung

cemara yg tertata rapi kini barantakan tak terawat
ilalang dan rumput liarpun menertawakanku,
mencaciku yg hanya berdiam diri
hembusan angin yg dulu sejuk kini samar ku rasakan..
ingin kubelai dan kunikmati

namun angin yg menerpa tak dapat aku nikmati pantai ku kotor !!
pantaiku rusak !!
lihatlah.. renungilah.. sadarkah kita ..
dan taukah kita apa yg telah terjadi pada pantai kita ?
selamatkanlah…
selamatkan pantaiku dari sampah !

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Advertisement

Tambahkan Puisi !!!